Banyak dosen dan peneliti mengalami kendala setelah mengetahui jurnal tempat mereka mempublikasikan artikel ternyata berstatus discontinue. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan jurnal discontinue? Artikel ini menjelaskan secara lengkap pengertian jurnal discontinue, penyebab utamanya, dampaknya terhadap karier akademik, serta cara menghindari jurnal discontinue saat memilih tempat publikasi. Dengan memahami risiko ini, Anda bisa lebih bijak dalam menentukan jurnal yang aman dan bereputasi untuk mendukung kenaikan jabatan fungsional atau kebutuhan akreditasi.

Apa Itu Jurnal Discontinue?

Jurnal discontinue adalah jurnal yang telah dihentikan indeksasinya oleh lembaga pengindeks seperti Scopus, Web of Science, atau SINTA. Meskipun jurnal tersebut masih aktif menerbitkan artikel, namun statusnya tidak lagi diakui secara resmi karena alasan tertentu, seperti pelanggaran etika publikasi, kualitas editorial yang menurun, atau indikasi predator.

Penyebab Jurnal Discontinue

Beberapa penyebab umum jurnal menjadi discontinue antara lain:

  • Kualitas artikel tidak memenuhi standar internasional.
  • Proses peer-review yang lemah atau tidak transparan.
  • Praktik editorial yang tidak etis (seperti manipulasi sitasi).
  • Diterbitkan oleh penerbit predatory.
  • Tidak memperbarui data dan metadata secara berkala ke pengindeks.

Dampak Jika Terbit di Jurnal Discontinue

  • Artikel tidak diakui dalam proses kenaikan jabatan fungsional dosen.
  • Nilai KUM dari publikasi tersebut bisa hangus.
  • Pengajuan sertifikasi dosen atau akreditasi institusi bisa terganggu.
  • Reputasi akademik penulis bisa menurun jika dikaitkan dengan jurnal predator/discontinue.

Cara Menghindari Jurnal Discontinue

  1. Cek Status Jurnal di Scopus atau SINTA
    Kunjungi scopus.com atau sinta.kemdikbud.go.id dan pastikan jurnal masih aktif dan terindeks.
  2. Hindari Jurnal dengan Biaya Tinggi Tanpa Peer Review
    Banyak jurnal predator meminta bayaran besar tanpa proses seleksi yang ketat. Ini pertanda jurnal berisiko tinggi discontinue.
  3. Gunakan Jasa Konsultasi Terpercaya
    Mintalah bantuan dari tim ahli seperti Solusi Scopus untuk memilih jurnal yang aktif, kredibel, dan sesuai bidang Anda.
  4. Lihat Tren Penerbit dan Tahun Discontinue
    Perhatikan tahun terakhir jurnal masih diindeks. Jika sudah lebih dari dua tahun tidak diperbarui, kemungkinan besar jurnal sudah discontinue.

Tips dari Solusi Scopus

  • Kami selalu mengecek status indeks jurnal sebelum submit artikel klien.
  • Kami menyarankan jurnal terindeks Scopus Q3–Q4 atau SINTA 1–3 untuk hasil yang aman dan kredibel.
  • Kami bantu Anda menghindari jurnal predator dengan melakukan validasi DOI dan editorial board.

Butuh Bantuan Publikasi? Solusi Scopus Solusinya

Jika Anda ingin mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional bereputasi, segera hubungi Admin Solusi Scopus. Kami siap membantu Anda melalui layanan konsultasi gratis, pendampingan submit, dan publikasi ilmiah yang legal dan terpercaya.

Layanan Pendampingan Publikasi Jurnal Nasional dan Internasional, Hubungi No Wa Admin di bawah ini!!

Kesimpulan

Memahami apa itu jurnal discontinue sangat penting bagi penulis akademik. Jangan sampai usaha Anda menulis artikel sia-sia karena salah memilih jurnal. Periksa indeksasi, reputasi, dan sistem editorial jurnal sebelum submit. Jika Anda ragu, tim Solusi Scopus siap membantu Anda memilih jurnal yang legal, aktif, dan diakui untuk kebutuhan BKD dan kenaikan jabatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *