
Langkah-langkah publikasi SINTA 2 untuk dosen menjadi topik penting bagi banyak akademisi yang ingin mempercepat proses publikasi ilmiah dan meningkatkan nilai KUM. Dalam dunia pendidikan tinggi, publikasi di jurnal terakreditasi merupakan kewajiban bagi dosen untuk memenuhi target kinerja dan naik jabatan fungsional. Namun, banyak yang masih kebingungan tentang tahapan yang benar, mulai dari penulisan, pemilihan jurnal, hingga proses submission dan review.

umum, SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeks nasional yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek untuk mengukur kinerja riset dan publikasi akademik di Indonesia. Jurnal dengan akreditasi SINTA 2 menempati posisi tinggi karena telah melalui seleksi ketat, memiliki sistem peer review yang baik, serta diakui secara nasional. Bagi dosen, publikasi di jurnal SINTA 2 memberikan poin KUM yang signifikan, bahkan bisa menjadi faktor penentu kenaikan jabatan dari Lektor ke Lektor Kepala.
Namun, tantangannya tidak kecil. Banyak dosen menghadapi penolakan artikel, revisi berulang, hingga kesulitan memahami sistem online journal. Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan panduan lengkap langkah-langkah publikasi SINTA 2 untuk dosen, disertai tips praktis dan contoh nyata agar proses publikasi berjalan lancar.
Artikel ini akan membahas:
- Pengertian dan pentingnya publikasi SINTA 2
- Tahapan lengkap publikasi dari naskah hingga terbit
- Strategi agar artikel diterima di jurnal SINTA 2
- Kesalahan umum yang perlu dihindari
- Rekomendasi sumber dan pendamping publikasi
Baca juga : Jurnal Sinta 2 Teknik Industri Fast Track
Mengapa Publikasi di Jurnal SINTA 2 Penting bagi Dosen
Nilai KUM dan Reputasi Akademik
Publikasi di jurnal SINTA 2 memberikan nilai yang tinggi dalam sistem penilaian KUM (Kredit Angka Mutu). Berdasarkan panduan Kemendikbudristek, artikel di jurnal SINTA 2 bernilai antara 25–30 poin, tergantung pada peran penulis utama atau anggota. Nilai ini dapat mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen, misalnya dari Asisten Ahli ke Lektor, atau dari Lektor ke Lektor Kepala.
Selain poin KUM, publikasi di SINTA 2 juga menjadi bukti profesionalisme akademik. Artikel yang menerbitkan jurnal ini sering menjadikan referensi bagi peneliti lain dan dapat meningkatkan H-index dosen platform seperti Google Scholar, Scopus, dan SINTA Profile.
Kontribusi terhadap Institusi
Bagi perguruan tinggi, semakin banyak dosen yang publikasi di SINTA 2, semakin tinggi pula peringkat institusi di SINTA dan BAN-PT. Hal ini berdampak pada reputasi kampus, peluang hibah penelitian, dan kolaborasi internasional.
Contoh Nyata
Sebagai contoh, Universitas Brawijaya melaporkan peningkatan peringkat SINTA nasional setelah jumlah publikasi SINTA 2 dosennya naik 18% dalam setahun. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada penilaian akreditasi, tetapi juga memperluas kesempatan kolaborasi riset dengan universitas luar negeri.
Langkah-Langkah Publikasi SINTA 2 untuk Dosen1. Menentukan Topik dan Originalitas Penelitian
Langkah pertama publikasi SINTA 2 adalah menentukan topik riset yang orisinal, relevan, dan memiliki nilai kebaruan ilmiah. Jurnal SINTA 2 tidak menerima artikel yang bersifat replikasi tanpa kontribusi baru.
Beberapa tips dalam memilih topik:
- Fokus pada masalah aktual di bidang keahlian Anda.
- Gunakan hasil penelitian dengan data kuat dan analisis mendalam.
- Pastikan kontribusi penelitian menjawab research gap dari studi sebelumnya.
Contoh: Dosen teknik industri dapat meneliti “Penerapan Lean Manufacturing berbasis Digital di UMKM Indonesia” sebagai topik yang baru dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
2. Menulis Naskah Sesuai Template Jurnal
Setiap jurnal SINTA 2 memiliki template khusus (biasanya format Microsoft Word atau LaTeX). Struktur umum artikel meliputi:
- Judul yang spesifik dan informatif
- Abstrak (dalam Bahasa Indonesia & Inggris)
- Pendahuluan dengan literature review terkini
- Metode penelitian
- Hasil dan pembahasan
- Kesimpulan dan saran
- Daftar pustaka dengan format APA/IEEE
Gunakan referensi ilmiah minimal 70% dari 5 tahun terakhir agar relevan dan up-to-date.
3. Cek Plagiarisme dan Kelayakan Naskah
Sebelum submit, pastikan artikel Anda lolos pemeriksaan plagiarisme menggunakan alat seperti Turnitin atau iThenticate. Batas maksimal tingkat kesamaan yang keterima jurnal SINTA 2 biasanya di bawah 20%.
Selain itu, lakukan:
- Proofreading bahasa
- Cek format tabel dan gambar
- Pastikan kutipan dan referensi konsisten
4. Menentukan Jurnal SINTA 2 yang Tepat
Tidak semua jurnal SINTA 2 cocok untuk setiap bidang. Gunakan portal resmi https://sinta.kemdikbud.go.id untuk mencari jurnal sesuai bidang keilmuan.
Beberapa kategori populer:
| Bidang | Contoh Jurnal SINTA 2 |
|---|---|
| Teknik | Jurnal Rekayasa Sistem Industri |
| Ekonomi | Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia |
| Hukum | Jurnal Rechtsvinding |
| Pendidikan | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran |
Tips: Pilih jurnal yang scope-nya sesuai dengan artikel Anda agar peluang diterima lebih besar.
5. Melakukan Submission Online
Proses submisi biasanya dilakukan melalui platform OJS (Open Journal System). Dosen perlu membuat akun, mengunggah naskah, dan melengkapi metadata (judul, abstrak, kata kunci, biodata penulis).
Perhatikan langkah berikut:
- Daftar akun OJS jurnal tujuan.
- Unggah file utama dan dokumen pendukung (cover letter, ethical statement).
- Pilih kategori artikel (research article, review, dsb).
- Tunggu notifikasi dari editor untuk tahap review.
6. Proses Peer Review dan Revisi
Artikel yang submit akan masuk tahap peer review oleh minimal dua reviewer ahli. Dalam proses ini, dosen akan menerima komentar dan saran perbaikan.
Tahap revisi sangat menentukan—pastikan Anda:
- Membalas setiap komentar dengan sopan dan detail.
- Mengunggah versi revisi sesuai format.
- Menjaga waktu agar tidak melewati tenggat revisi (biasanya 1–2 minggu).
7. Finalisasi dan Publikasi
Setelah artikel disetujui, Anda akan menerima Letter of Acceptance (LoA). Artikel akan masuk ke edisi publikasi berikutnya. Setiap artikel yang diterbitkan akan mendapatkan DOI (Digital Object Identifier), yang menandakan validitas publikasi.
Waktu publikasi normal di jurnal SINTA 2 biasanya 3–6 bulan. Namun, beberapa jurnal menyediakan opsi fast track bagi dosen yang ingin mempercepat proses publikasi.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari dalam Publikasi SINTA 2
1. Salah Memilih Jurnal
Banyak dosen mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai bidang, menyebabkan penolakan cepat oleh editor. Pastikan scope dan focus area jurnal sesuai dengan tema riset.
2. Naskah Tidak Mengikuti Template
Jurnal SINTA 2 memiliki panduan teknis ketat. Kesalahan kecil seperti margin, format tabel, atau gaya sitasi bisa menyebabkan desk reject.
3. Plagiarisme dan Sitasi Tidak Lengkap
Plagiarisme, baik disengaja maupun tidak, adalah alasan utama penolakan artikel. Gunakan alat deteksi plagiarisme dan pastikan setiap kutipan memiliki referensi lengkap.
4. Kurangnya Bahasa Akademik
Gunakan bahasa ilmiah yang formal, objektif, dan logis. Hindari penggunaan bahasa sehari-hari atau istilah ambigu yang bisa mengurangi kredibilitas akademik.
Strategi Sukses Publikasi SINTA 2 untuk Dosen
- Kolaborasi Riset: Ajak rekan sejawat atau mahasiswa pascasarjana untuk memperkuat riset dan analisis data.
- Gunakan Data Asli: Penerimaan artikel berbasis penelitian empiris lebih mudah banding studi literatur semata.
- Ikuti Pelatihan Publikasi: Banyak lembaga seperti Arbain Publishing atau Mitra Riset Indonesia menyediakan pelatihan menulis dan pendampingan publikasi.
- Bangun Portofolio Google Scholar: Publikasi sebelumnya akan meningkatkan kredibilitas penulis di mata reviewer.
- Perhatikan Etika Publikasi: Hindari duplicate submission (mengirim artikel yang sama ke beberapa jurnal).
Kesimpulan
Langkah-langkah publikasi SINTA 2 untuk dosen membutuhkan ketelitian, disiplin, dan pemahaman terhadap standar akademik nasional. Dengan mengikuti tahapan mulai dari penentuan topik, penulisan naskah, pemilihan jurnal, hingga proses review dan revisi, peluang artikel diterima akan meningkat secara signifikan.

